Jadii di post sebelum ini kalian pasti liat gue nge post tentang Writting Project. Iyee sori yaa itu klise banget sebelom gue kasih tau writting project itu apa gue mau minta maap, hasilnya kurang memuaskan iyuh banget klise banget wakaka ternyata imajinasi instan gue rada rada-_- wkwkwk 20 meniit broo bikin cerita, lumayan nguras otak. Gue tulis aja yang ada dipikiran gue. HAHAHAH.
Jadi Writting Project itu semacam latihan nulis. Dikasih waktu, dan dikasih keyword, kata kunci yang nentuin seluruh tema tulisan kita gitu. Trus nanti ada yang nge rate cerita kitaa. Yaa buat seru seruan aja. Cerita yang lo bikin boleh cerita tulen, curhat, monolog, dialog, apa ajaa yang penting tulisan. Sebenernya ini bener bener wadah buat latihan nulis aja. Karena nulis itu butuh latihan. Siapa tau nanti di masa depan lo disuruh nulis artikel, laporan, ato apaa gitu kan lo bisa latihaan.
Ini terbuka buat siapaa aja, yang mau join mention gue aja langsung @sarahannida hehehe.
Writting Project #1 Keyword: Keinginan Terpendam. 20 Juni 2012. 20 Minutes.
Adila menarik dirinya ke bagian kanan tempat tidur. Jam menunjukan pukul 06.30, hari itu hari sabtu. Ia menarik selimutnya. Membuka matanya. Menoleh ke arah jendela yang ia biarkan terbuka semalaman.
Ia turun dari tempat tidurnya, membuka kenop pintu kamarnya. Ia turun ke ruang tamu. Sepi.
Mama dan papa sedang mengurus cabang restoran mereka di Singapura. Abang Ardi masih kuliah di Bandung. Abigail, adiknya sedang mengikut MOS 7 hari sekolahnya di daerah Sukabumi.
Selalu sepi.
Keinginan terpendam Adila selama ini adalah untuk menyatukan keluarga nya satu weekend saja. Tahun ini mereka makin sibuk dengan urusan masing masing. Mama dan Papa dengan restoran mereka, Abang dengan kuliahnya, Abigail yang tahun ini menjalani Ujian Nasional SMP yang pastinya jadi sering menghabiskan waktu di tempat les dari pada dirumah. Dan Adila sendiri dengan kesibukan menyanyi nya.
Ya, Adila menyanyi. Albumnya cukup meledak di pasaran. Walaupun dia bukan tipe artis yang sering tampil pada acara menyanyi lip sing pagi hari, dia cukup terkenal, dia menyanyi di YouTube, di acara amal, di acara
perpisahan sekolah, di acara besar bank bank Indonesia, dia pembukaan konser artis luar negri.
Setidaknya dia tidak akan terlalu kesepian. Jam 7 pagi setiap hari sabtu, Keenan, gitarisnya, akan melangkah masuk rumah besar ini untuk latihan vokal kecil kecilan. Itu sudah jadi tradisi di antara mereka. Setiap Sabtu jam 7 pagi.
Nanti malam ada acara prom besar di salah satu SMA terkemuka di Jakarta. Mereka akan tampil. Dan sebelum vocal coach Adila datang nanti jam 10 pagi, Adila's time is Keenan's.
Mobil Honda jazz merah masuk ke perkarangan rumah. Adila, yang baru selesai mandi, tersenyum kecil sambil melirik jam dinding. Not even a second late. Keenan tidak pernah terlambat. Jam 7. Tepat. Dia pasti sudah sampai.
Keenan bertubuh ideal. Rambutnya sedikit acak acak, kulit nya putih, senyumnya manis. Tapi itu semua tertutup dibalik kacamata ber frame hitam dan behel biru.
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam. Hai" Adila membuka pintu.
Setelah bebincang bincang mereka masuk studio. Membicarakan hal hal seperti lagu apa yang akan Adila bawakan, lagu artis mana yang akan dia cover, pada kunci berapa dia mau bermain, dan bla bla bla.
Adila bahkan tidak memperhatikan. Matanya tertuju pada mata Keenan. Cowok ini sudah menjadi salah satu teman terdekatnya selama hampir 5 tahun. Dan itu saja. Tidak lebih. Tidak pernah akan lebih. Keenan punya Pricilia, dan Adila punya Robby.
Dan Adila menyesalinya. Dari sekian banyak keinginan terpendamnya, yang paling ia inginkan adalah
mencintai Keenan..
HUF. KLISE ABIS. GA SEMPET BIKIN 'SESUATU' BECAUSE THE TIME LIMIT. HUFFH.SORRY TO DISSAPOINT YOU:(
---------------------------------------------------------------------------------------------------------
Other Participant: Galuh Anisa Putri
Keyword Giver and Judge: Dinda Anisa Nindya Sakina
---------------------------------------------------------------------------------------------------------
Other Participant: Galuh Anisa Putri
Keyword Giver and Judge: Dinda Anisa Nindya Sakina
Writting Project #1 Keyword: Keinginan Terpendam. 20 Juni 2012. 20 Minutes.
Adila menarik dirinya ke bagian kanan tempat tidur. Jam menunjukan pukul 06.30, hari itu hari sabtu. Ia menarik selimutnya. Membuka matanya. Menoleh ke arah jendela yang ia biarkan terbuka semalaman.
Ia turun dari tempat tidurnya, membuka kenop pintu kamarnya. Ia turun ke ruang tamu. Sepi.
Mama dan papa sedang mengurus cabang restoran mereka di Singapura. Abang Ardi masih kuliah di Bandung. Abigail, adiknya sedang mengikut MOS 7 hari sekolahnya di daerah Sukabumi.
Selalu sepi.
Keinginan terpendam Adila selama ini adalah untuk menyatukan keluarga nya satu weekend saja. Tahun ini mereka makin sibuk dengan urusan masing masing. Mama dan Papa dengan restoran mereka, Abang dengan kuliahnya, Abigail yang tahun ini menjalani Ujian Nasional SMP yang pastinya jadi sering menghabiskan waktu di tempat les dari pada dirumah. Dan Adila sendiri dengan kesibukan menyanyi nya.
Ya, Adila menyanyi. Albumnya cukup meledak di pasaran. Walaupun dia bukan tipe artis yang sering tampil pada acara menyanyi lip sing pagi hari, dia cukup terkenal, dia menyanyi di YouTube, di acara amal, di acara
perpisahan sekolah, di acara besar bank bank Indonesia, dia pembukaan konser artis luar negri.
Setidaknya dia tidak akan terlalu kesepian. Jam 7 pagi setiap hari sabtu, Keenan, gitarisnya, akan melangkah masuk rumah besar ini untuk latihan vokal kecil kecilan. Itu sudah jadi tradisi di antara mereka. Setiap Sabtu jam 7 pagi.
Nanti malam ada acara prom besar di salah satu SMA terkemuka di Jakarta. Mereka akan tampil. Dan sebelum vocal coach Adila datang nanti jam 10 pagi, Adila's time is Keenan's.
Mobil Honda jazz merah masuk ke perkarangan rumah. Adila, yang baru selesai mandi, tersenyum kecil sambil melirik jam dinding. Not even a second late. Keenan tidak pernah terlambat. Jam 7. Tepat. Dia pasti sudah sampai.
Keenan bertubuh ideal. Rambutnya sedikit acak acak, kulit nya putih, senyumnya manis. Tapi itu semua tertutup dibalik kacamata ber frame hitam dan behel biru.
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam. Hai" Adila membuka pintu.
Setelah bebincang bincang mereka masuk studio. Membicarakan hal hal seperti lagu apa yang akan Adila bawakan, lagu artis mana yang akan dia cover, pada kunci berapa dia mau bermain, dan bla bla bla.
Adila bahkan tidak memperhatikan. Matanya tertuju pada mata Keenan. Cowok ini sudah menjadi salah satu teman terdekatnya selama hampir 5 tahun. Dan itu saja. Tidak lebih. Tidak pernah akan lebih. Keenan punya Pricilia, dan Adila punya Robby.
Dan Adila menyesalinya. Dari sekian banyak keinginan terpendamnya, yang paling ia inginkan adalah
mencintai Keenan..
HUF. KLISE ABIS. GA SEMPET BIKIN 'SESUATU' BECAUSE THE TIME LIMIT. HUFFH.SORRY TO DISSAPOINT YOU:(
---------------------------------------------------------------------------------------------------------
Other Participant: Galuh Anisa Putri
Keyword Giver and Judge: Dinda Anisa Nindya Sakina
---------------------------------------------------------------------------------------------------------
Other Participant: Galuh Anisa Putri
Keyword Giver and Judge: Dinda Anisa Nindya Sakina
Powered by Blogger.